Sebelumnya saya telah membahas mengenai DECT. Selanjutnya saya akan menjelaskan mengenai PHS atau Personal Handy-Phone System. PHS adalah satu standar komunikasi cordless digital yang termasuk sistem komunikasi PCS (Personal Communication System) dengan menggunakan teknologi wireless.
PHS di desain untuk menyediakan layanan voice dan multimedia baik untuk indoor maupun untuk outdoor. Konfigurasi jaringan PHS termasuk konfigurasi mikrosel dengan diameter 100m sampai dengan 500m dan menggunakan re-use frequency agar pemakaian bandwidth menjadi lebih hemat. Daya panjar pada system ini termasuk rendah dengan ukuran handset relatif lebih kecil dan hemat daya (100 jam standby dan 4 jam waktu bicara). System yang digunakan untuk PHS dapat melakukan interworking dengan PSTN, ISDN dan teknologi mobile lainnya.
PHS memiliki spesifikasi sebagai berikut :
| Band Frequency | 1895,150-1917,950 Mhz |
| Carrier spacing | 300 kHz |
| Metode Akses | TDMA-TDD |
| Jumlah time slot/ RF | 4 time slot tiap RF |
| Modulasi |
π/4 QPSK |
| Transparasi rate | 384 kbps |
| Speech coder | 32kbps / ADPCM |
| Output power (CS) | 10 mW - 500 mW |
| Output power (PS) | 10 mW or less |
Konsep PHS (Personal Handy-Phone System)
1. Hubungan komunikasi kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.
2. Pocket-size portable terminal.
3. Dapat digunakan di dalam rumah, kanor ataupun di luar (outdoor)
4. Kapasitas tinggi.
5. Kualitas suara tinggi.
6. ISDN Compability.
7. Low cost portable terminals and changes.
8. Memiliki service multimedia.
Aplikasi layanan pada PHS :
a. Layanan Dasar :
1. Public mode
2. Using signal repeater (public mode)
3. PBX mode.
4. Home cordless mode.
5. Transceiver mode.
b. Layanan Tambahan :
1. Call forwarding.
2. Voice message services
3. Call transfer
4. Call waiting
5. Three party
6. Calling line identification
7. DTMF sending
c. Layanan lain-lain :
1. Berdasarkan fasilitas dari headset user atau PS (Personal Station).
Teknologi Akses Radio PHS :
- Teknologi standar air interface untuk seluruh aplikasi (public, office, and home).
- Kapasitas tinggi dan menggunakan frequency 1,9 Ghz dengan bentuk mikrosel.
- Dynamic Channel Allocation (DCA)
a. Seluruh kanal yang dialokasikan dapat digunakan dalam setiap cell.
b. Dimungkinkan penggunaan kanal yang sama (frequency dan time slot) untuk panggilan yang berbeda pada cell yang berdekatan.
c. Performancy sistem lebih baik dibandingkan dengan fixed channel allocation (traffic capasities)
d. Keputusan untuk pemilihan kanal ditangani oleh handheld dan the base station controll logic.
- Compact PS dan CS dengan output power kecil.
Konsep kanal PHS
- Physical Channel :
a. Satu time slot frame TDMA merupakan satu kanal fisik.
b. Dalam 1 carrier RF terdapat 4 kanal fisik (ch 0-3)
-Logical Channel :
a. Tergantung dari jenis informasi yang ditransmisikan antara CS dan PS.
b. Jenis informasinya adalah user data dan control signalling.
c. Kanal logic ditumpangkan pada kanal fisik.
<p class="tips">*Credit to : Gunawan Wibisono (FTUI), Uke Kurniawan Usman (STT Telkom), Gunadi Dwi Hantoro (Telkom RDC)</p>





...klo bener cpt donk t